Tampilkan postingan dengan label Arsitektural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektural. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Lambungkan Harga Properti Ala Diane Ferraro


Rumah selain istana bagi penghuninya, juga menjadi sebuah bentuk investasi masa depan yang diharapkan nilainya terus menerus naik. Akan tetapi terkadang sulit menaikkan harga jual sebuah rumah jika si pemilik terlampau abai untuk melakukan hal-hal kecil tetapi penting. Hal-hal tersebut turut berkontribusi dalam menentukan apakah harga jual sebuah rumah akan naik atau turun.

Berikut adalah trik-trik simpel yang menurut Diane Ferraro bisa digunakan untuk menarik lebih banyak orang membeli rumah Anda.


Permak Dapur
Memperbaiki tampilan dapur merupakan sebuah cara paling menguntungkan agar nilai jual rumah Anda melesat. Sebagian besar pembeli rumah menghendaki sebuah dapur yang berkesan modern dan elegan. Mereka tak segan merogoh kocek lebih dalam untuk rumah yang memiliki dapur berdesain modern. Kebanyakan pembeli ingin dapur mereka siap pakai karena mereka tak punya banyak waktu dan tenaga untuk memperbaikinya lagi. Karena itulah memperbaiki desain dapur ialah sebuah poin penting yang harus diperhatikan.

Bingung bagaimana caranya? Lakukan langkah-langkah di bawah ini agar dapur Anda kembali memukau.
* Lantai : Material yang berkualitas tinggi seperti bebatuan atau ubin merupakan bahan lantai yang paling direkomendasikan. Meski berada di bawah, jangan sepelekan lantai karena lantai yang kusam dan rusak akan mengurangi daya tarik rumah secara umum.
* Almari : Anda bisa memberikan suasana segar dengan cukup mengecat bagian depan almari dapur. Namun, jika memang diperlukan untuk menambah kesan modern, tidak ada salahnya mengadakan penggantian almari sehingga pencahayaan dan tata ruang serta sirkulasi udara dapur lebih baik.
* Pencahayaan : Dapur yang terlihat usang dan kuno biasanya disebabkan oleh pencahayaan yang kurang tepat. Pasang lampu hemat energi yang mampu memberikan menerangi dengan lebih baik setiap sudut ruang dapur. Titik-titik yang harus mendapat penerangan yang memadai terutama ialah area penyiapan makanan, tempat kompor, bak cuci, serta meja.
* Perubahan struktur : Kadang perombakan model dapur yang lebih drastis dan menyeluruh diperlukan. Bila perlu lakukan pembongkaran dinding, tambahkan jendela atau ventilasi agar sirkulasi udara lebih lancar.

Desain Ulang Kamar Mandi
Desain kembali kamar mandi dalam rumah Anda untuk naikkan harga jual rumah. Kamar mandi merupakan sebuah ruang pribadi yang penting dan hampir selalu menjadi salah satu pertimbangan saat seorang calon pembeli membuat keputusan.

Berikut merupakan saran yang bisa Anda laksanakan untuk membuat kamar mandi Anda menarik bagi pembeli.
* Lantai : Pasanglah lantai baru berbahan ubin, batu, dan sebagainya yang berkualitas tinggi dan awet.
* Toilet : Jika toilet masih model lama, pasang model terbaru.
* Wastafel : cari model wastafel yang lebih trendi dan modern seperti gaya wastafel di jalanan Eropa atau yang berlapis marmer.
* Shower/ bak mandi : Pastikan bahwa bak mandi dan shower berfungsi normal. Keduanya termasuk hal yang wajib dimiliki oleh sebuah kamar mandi standar masa kini. Pasang sebuah bak mandi baru jika perlu dan atau shower jika aliran air kurang lancar.
* Kipas angin dan pencahayaan : Kamar mandi yang lama sering tidak memiliki kipas untuk melancarkan sirkulasi udara segar. Dan jika udara segar kurang lancar maka bau kurang sedap juga bisa timbul di kamar mandi. Pencahayaannya juga harus disesuaikan agar tidak terlalu redup atau terlalu terang.

Tambahkan Lansekap
Lansekap terutama di halaman depan dapat melambungkan nilai jual rumah Anda karena sangat berpengaruh dalam memberikan kesan pertama yang positif. Tampilan rumah dari jalan dapat mempengaruhi pesonanya secara signifikan. Anda dapat melakukan penambahan lansekap ini sendiri tanpa harus menyewa tenaga ahli.  

Tambahkan Kolam Renang
Sebuah kolam renang sering menjadi dambaan bagi orang-orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis yang hangat. Maka dari itu, sebuah kolam renang di belakang rumah akan menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi calon pembeli rumah Anda. Ada begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menambahkan sebuah kolam renang di rumah Anda, seperti seberapa luas halaman yang Anda miliki, bagaimana bentuk kolam renang tersebut, seberapa dalam kolam tersebut, bahan apa yang akan Anda gunakan untuk melapisi dasar kolam dan sebagainya.

Pastikan untuk memasang semua peralatan yang diperlukan untuk mencegah kecelakaan di air. Sediakan pagar pengaman di sekitar area kolam untuk mencegah anak kecil terjatuh ke kolam dan sebuah penutup untuk menutup kolam jika tidak digunakan, dan sebagainya.

Ingat!
Membeli rumah tidak hanya berarti membeli sebuah tempat untuk berteduh/ bernaung bersama dengan orang-orang yang kita kasihi tetapi juga sebuah tindakan investasi demi masa depan. Meskipun nilai rumah Anda akan selalu naik (terutama jika ada di daerah strategis), Anda bisa melambungkan harganya dengan memberikan sedikit perbaikan.
   
http://www.ciputraentrepreneurship.com dan berbagai sumber                                                                                                            

Sabtu, 15 Januari 2011

Wawasan Arsitektur

Terminologi
Arsitektur menurut kamus Oxford : art and science of building; design or style of building(s). adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Pengertian ini bisa lebih luas lagi, arsitektur melingkupi semua proses analisa dan perencanaan semua kebutuhan fisik bangunan,namun dalam bahasan situs ini,penulis membatasi pada pengorganisasian perancangan bangunan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu rancang interior / eksterior, rancang asesoris dan pernik-pernik produk pelengkap. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.


Kriteria dan Batasan

Pameo mengatakan: Architecture is silent language. Arsitektur merupakan bahasa yang tidak terucapkan ,namun dapat dimengerti para pemakainya

Buku De Architectura merupakan karya tulis rujukan paling tua yang ditulis Vitruvius, dalam buku itu diungkapkan bahwa bangunan yang baik haruslah memiliki aspek:
  • Keindahan / Estetika (Venusitas)
  • Kekuatan (Firmitas)
  • Kegunaan / Fungsi (Utilitas);
Arsitektur adalah penyeimbang dan pengatur antara ketiga unsur tersebut, dimana semua aspek memiliki porsi yang sama sehingga tidak boleh ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-disiplin ilmu, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, ekonomi,sosial,politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Diperlukan kemampuan untuk menyerap berbagai disiplin ilmu ini dan mengaplikasikannya dalam suatu sistematika yang integral.Vitruvius menyatakan, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menekankan perlunya seorang arsitek memahami sosial,kedokteran,hukum,ekonomi,filsafat, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, strukturalisme, post-strukturalisme, dan fenomenologi adalah beberapa pengaruh filsafat terhadap arsitektur.

Teori dan Praktek
Teori sangatlah penting untuk menjadi landasan acuan, walaupun juga tidak boleh mendominasi secara ekstrim. Kenyataanya, banyak arsitek mengabaikan teori dalam perencanaan dan perancangan. Vitruvius juga berkomentar:
"Praktek dan teori adalah akar arsitektur. Praktek pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya yang didapatkan dalam proses perenungan, dalam proses mendayagunakan bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang tidak memiliki landasan teori kuat tidak akan dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktek hanya berpegang kepada "imajinasi" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan".

Sejarah
Arsitektur terbentuk karena adanya kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan kebutuhan ini menuntut perlakuan/cara menyikapi obyek(bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian sampai sekarang masih diterapkan di banyak tempat di dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Masyarakat lebih banyak terkonsentrasi di daerah pedesaan dan didominasi pola hidup pertanian.Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban.
Tuntutan kebutuhan masyarakat akan bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek perorangan, melainkan oleh para seniman/ ahli keterampilan bangunan yang dihimpun dalam satu asosiasi untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Renaissance (pencerahan), humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.
Perkembangan jaman yang diikuti revolusi berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan penemuan bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, menuntut para arsitek untuk mengadaptasi fokus dari aspek teknis bangunan kepada estetika (keindahan bentuk).
Kemudian dikenal istilah "arsitek aristokratik" yang lebih suka melayani bouwheer (owner/Client) yang kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Contohnya, Ecole des Beaux Arts di Prancis pada abad 19 mengkader calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa mengiraukan konsep yang kontekstual.
Sementara itu, Revolusi Industri menggerakkan perubahan yang sangat drastis yang membuka diri bagi masyarakat luas, sehingga estetika dapat dinikmati oleh masyarakat kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mewah, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Keadaan tersebut menimbulkan perlawanan dari seniman maupun arsitek pada awal abad ke-20, yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang mengilhami Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi bahan-bahan bangunan buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menafikan sejarah masa lalu dan cenderung menempatkan arsitektur sebagai perpaduan skill ,seni, dan teknologi.

Ketika Arsitektur Modern mulai dikembangkan, ia merupakan sebuah elit terkemuka berlandaskan filosofis,moral, dan estetis. Konsep perencanaan kurang mengindahkan sejarah dan condong kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Peran Arsitek menjadi sangat penting dan dianggap sebagai "kepala/pimpinan". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi massal yang sederhana dan relatif murah sehingga mudah diperoleh.
Dampaknya, bangunan di berbagai tempat memiliki bentuk yang mirip/cenderung tipikal. Tidak ada ciri khas ataupun keunikan bangunan Arsitektur Modern ini, masyarakat umum mulai jenuh menerima arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan,keseragaman, serta kesan-kesan psikologisnya. Sebagian arsitek berusaha menghilangkan kesan buruk ini dengan menampilkan Arsitektur Post-Modern yang membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengabaikan konsepnya.
Arsitektur Post Modern ini lebih dikenal sebagai arsitektur yang "mengawinkan" dua code/langgam/style. Misalnya, antara yang antik dan modern, antara maskulin (bangunan dengan struktur lebih dominan) dan feminin (kecantikan eksterior dominan ), antara western dengan timur, yang kuno dengan yang baru ,dll.

Sedangkan kalangan lain baik arsitek maupun non-arsitek menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofi atau estetika secara perorangan, melainkan haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan mengunakan teknologi untuk mewujudkan lingkungan yang dapat dihuni. Design Methodology Movement yang melibatkan tokoh-tokoh Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih terbuka dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Analisa terperinci dalam berbagai bidang seperti behaviour,habitat, environment, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan.Mereka berharap bahwa arsitektur merupakan bahasa yang komprehensif untuk menjadi media antara kebutuhan dan pelaksanaan proyek.


Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, di kota Semarang, karya Thomas Kaarsten ,arsitek peranakan jawa-belanda banyak mendominasi bangunan Belanda di Semarang.

Kesimpulan
Bangunan adalah hasil karya manusia yang paling nyata, dan merupakan kebutuhan utama manusia. Tetapi kenyataannya, banyak sekali bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau mandor-tukang batu di negara-negara berkembang, sedang di negara maju diproduksi secara "massal" sebagai produk tipikal seperti orang memproduksi baju.
Arsitek sering disisihkan dalam pembangunan, hanya karena masalah biaya dan prosedural. Keahlian arsitek hanya dibutuhkan dalam pembangunan bangunan berskala besar, atau bangunan yang memiliki makna ekonomi/ budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur,sedangkan bangunan lain, yang dianggap sederhana ataupun berskala kecil mungkin cukup dirancang oleh mandor-mandor yang mendapatkan ilmunya dari proses pengalaman empirikal di lapangan. Peran arsitek, selalu turun-naik mengikuti perkembangan jaman, tidak pernah mendominasi dan tidak pernah terlepas dari masyarakat sebagai pribadi bebas. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan arsitek antara owner dengan arsitek, dan antara arsitek dengan bidang terkait lainnya.Dan hasilnya adalah sebuah output yang disebut arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu yang solid.
Sumber pustaka: Oxford Advanced Learner's Dictionary,De Architectura ,Vitruvius ; Concept Source Book by Robert T.White
dll
Sumber :
Sumber Gambar :
www.essential-architecture.com/

Minggu, 21 November 2010

Tugas Akhir 2007

JUDUL TUGAS AKHIR 2007
PRODI TEKNIK ARSITEKTUR FTSP - USTJ
No.
Nama Mhs / NIM
Judul TA
Pembimbing
1.
Abner Naa
00 121 049
Perencanaan Perumahan Penduduk yang Berwawasan Rumah Tahan Gempa Lokasi Distrik Wanggar Kabupaten Nabire

1. Ir. M. Amir Salipu, MT
2. Kelana V. Nugroho,MT

2.
00 121 050
Perencanaan Rumah Sakit Jantung di Jayapura Berdasarkan Arsitektur Berwawadan Lingkungan

1. Alfini Baharuddin, MT
2. Ir. M. Amir Salipu, MT
3.
Roberth E. Wambrauw
02 121 026
Perencanaan Bangunan Pelabuhan Laut Numfor Kabupaten Biak Numfor dengan Pendekatan Arsitektur Modern Tropis
1. Ir. M. Amir Salipu, MT
2. Julianus Imbiri, ST
4.
Florentius Tue Koban
01 121 054
Perencanaan Kompleks Seminari Menengah di Kota Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Klask
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Kelana V. Nugroho, MT
5.
Simon Octo Nakoh
05 121 009
Perencanaan Kantor BPE3D Kota Keerom dengan Berwawasan Arsitektur Modern

1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Kelana V. Nugroho, MT
6.
Rinto Herman Nakoh
02 121 068
Redesain Pembangunan RS Angkatan Udara di Sentani Berdasakan Arsitektur Berwawasan Lingkungan

1. Ir. M. Amir Salipu, MT
2. Julianus Imbiri, ST
7.
Masran Bin Lamakkuraga
00 121 051
Perencanaan Balai Pendidikkan dan Latihan Penerbangan di Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Decontruksi

1. Kelana V. Nugroho, MT 2. Ir. M. Amir Salipu, MT
8.
Anthoni Sesa
05 121 032
Perencanaan Taman Wisata Air Danau Sentai di Kampung Asey Besar Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Berbasis Ekoturisme

1. Julianus Imbiri, ST
2. Kelana V. Nugroho, MT
9.
Betty Yanet Taime
00 121 001
Perencanaan Rumah Doa Puasa ‘ El-Sadai” di Kota Sentani Kabupaten Jayapura Berdasarkan Arsitektur Berwawasan Lingkungan
1. Julianus Imbiri, ST
2. Ir. A. Sukohedi, M.MT

10.
Annike Fonataba
06 121 043
Pengembangan Kompleks dan Perencanaan Gedung Penginapan GKII di Abepura Berdasarkan Arsitektur Modern

1. Ir. M. Amir Salipu, MT
2. Julianus Imbiri, ST
11.
Ferry Herman Rum
01 121 074
Perencanaan Kantor Bupati Kabupaten Sarmi Berdasarkan Arstektur Post Modern
1. Kelana V. Nugroho, MT 2. Ir. A. Sukohedi, M.MT

12.
Aunnurrafiq Saleh
00 121 052
Perencanaan Gedung Bioskop di Kota Jayapura Berdasarkan Arsitektur Modern Futuristik
1. Alfini Baharuddin, MT
2. Ir. A. Sukohedi, M.MT

13.
Octovianus Jitmau
01 121 065
Perencanaan Kantor Yayasan Anubeta Tobat
 ( YABT ) Kota Jayapra Berdasarkan Arsitektur Modern Tropis

1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Julianus Imbiri, ST

14.
Asramd Jalil
01 121 040
Perencanaan Pondok Pesantren di Kota Jayapura dengan Pendekatan Arstektur Geometrik
1.Alfini Baharuddin, MT
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT






Tugas Akhir 2008

JUDUL TUGAS AKHIR 2008
PRODI TEKNIK ARSITEKTUR FTSP - USTJ
No.
Nama Mhs / NIM
Judul TA
Pembimbing
1.
Harjuki
01 121 053
Perencanaan Lembaga Pemasyarakatan ( LP ) Wanita di Kabupaten Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Late Modern

1. Kelana V. Nugroho,MT
2. Julianus Imbiri, ST

2.
Spenyel Mansbawar
01 121 063
Perencanaan Gedung Kantor Badan Perencanaan dan Pengawasan pembangunan Daerah ( BP3D ) Kabupaten Supiori Berdasarkan Arsitektur Modern

1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Anggia Riani N, ST
3.
Jean Henry Rumaropen
01 121 034
Perencanaan Pusat Penelitian Budidaya Tanaman Phazalos Pada Sekolah Tinggi Pertanian Santo Thomas Aqunas di Sentani Berdasarkan Arsitektur Berwawasan Lingkungan

1. Julianus Imbiri, ST
2.Ir. A. Sukohedi, M.MT

4.
Paulin Sandra Demena
02 121 036

Redesain Pasar Wouma di Wamena Dengan Pendekatan Arsitektur Posmodern

1. Kelana V. Nugroho, MT
2. Julianus Imbiri, ST

5.
Barto Seno Ampulembang
01 121 001
Perencanaa Gedung Pertemuan Masyarakat Toraja di Kota Biak dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Toraja

1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Kelana V. Nugroho, MT
6.
Siti Hasna Tiflen
12 121 004
Perencanaan Apartemen di Kota Jayapura Berdasarkan Arsitektur Minimalis

1. Alfini Baharuddin, MT
2. Kelana V. Nugroho, MT
7.
02 121 013
Perencanaan Panti Rehabilitasi Pecandu Narkoa Berdasarkan arstitektur Post Modern di Kabupaten Jayapura

1. Alfini Baharuddin, MT
2. Anggia Riani N, ST
8.
06 121 004
Activities Centre Indonesian Confederation of Midwifes Provincei Papua With Architecture Post Modern Ecology

1. Alfini Baharuddin, MT
2. Anggia Riani N, ST
9.
Hasrul
00 121 001
Perencanaan Rumah Doa Puasa ‘ El-Sadai” di Kota Sentani Kabupaten Jayapura Berdasarkan Arsitektur Berwawasan Lingkungan

1. Kelana V. Nugroho, MT 2. Ir. M. Amir Salipu, MT

10.
Yulianus Douw
01 121 080
Perencanaan Kompleks Pusat Biara Katholik Kabupaten Paniai di Kota Waghete Dengan Pendekatan Arsitektur Post Modern
 (Bergaya Gothik)

1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Julianus Imbiri, ST
11.
Rosalyn I. Golda Asmuruf
02 121 020
Perencanaan Art Centre Berlanggam Art Deco di Kota Jayapura
1. Kelana V. Nugroho, MT 1. Alfini Baharuddin, MT

12.
02 121 025

Perencanaan Rumah Susun di Kota Jayapura Berdasarkan Arsitektur Minimalis
1. Ir. M. Amir Salipu, MT
2. Alfini Baharuddin, MT

13.
Freech Christian
00 121 054
Perencanaan Kembali Pelabuhan Jayapura Berdasarkan Arsitektur Post Modern

1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Sugito Utomo, ST

14.
Mariska Ouldrie Nanuru
01 121 003
Perencanaan Flat Mahasiswa di Kota Jayapura dengan Langgam Arsitektur Tropis
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
1. Kelana V. Nugroho, MT






Tugas Akhir 2009

JUDUL TUGAS AKHIR 2009
PRODI TEKNIK ARSITEKTUR FTSP - USTJ
No.
Nama Mhs / NIM
Judul TA
Pembimbing
1.
Johanes F. Murmana
02 121 078
Perencanaan Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Fak Fak Berdasrkan Arsitektur Modern

2.
Jacobus Eugenius Raharusun
01 121 021
Perencanaan City Hotel Bintang 5 di Kota Jayapura Dengan Penekatan Arsitektur Regional
1. Alfini Baharuddin, MT
2. Julianus Imbiri, ST
3.
William Alexander Salamena
03 121 004
Perencanaan Gedung Konser d Kota Jayapura Berdasarkan Arsitektur Modern
1. Alfini Baharuddin, MT
2. Ir. A. Sukohedi, M.MT
4.
05 121 031
Perencanaan Kawasan Wisata Alam Agroforestry dan Outbond di Kabuaten Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi
1. Alfini Baharuddin, MT
2. Julianus Imbiri, ST
5.
Donatus Dihebali
05 121 009
Perencaan Sport Compleks di Kota Jayapura Dengan Pendekatam Arsitektur Modern

6.
Anjar Minang Arvii
02 121 032
Perencanaan Masjid Raya di Kota Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Mediterania

7.
Dhien Udhin
02 121 021
Perencanaa Bangunan Kawasan Pertokoan Jalan Achmad Yani Kota Jayapura Berdasarkan Arsitektur Regonal
1. Alfini Baharuddin, MT
2. Ir. A. Sukohedi, M.MT
8.
05 121 032
Perencanaan Taman Wisata Air Danau Sentai di Kampung Asey Besar Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Berbasis Ekoturisme
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Julianus Imbiri, ST
9.
Effendi Marbun
06 121 020
Perencanaan Kantor Dinas Otonom Kota Jayapura Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT

10.
04 121 040
Perencanaan Perumahan Masyarakat di Distrik Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional
1. Julianus Imbiri, ST
2. Ir. M. Amir Salipu, MT
11.
06 121 043
Perencanaan Jayapura Public Library dengan Gaya Arsitektur Post Modern Straight Revivalisme
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Alfini Baharuddin, MT

12.
Onny Tuflasa
01 121 025
Perencanaan Balai Pertemuan Masyarakat Flobamora di Kota Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Sugito Utomo, ST
13.
04 121 003
Perencanaan Kantor DPRD Kabupaten Sitaro di Siau dengan Pendekatan Arsitektur Post Modern
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Anggia Riani N, ST

14.
Vlachos Inggamer
01 121 073
Perencanaan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Biak Numfor Dengan Pendekatan Arsitektur Modern
1.Alfini Baharuddin, MT
15.
Nurkalbi Ramli
02 121 017
Pusat Kebugaran dan Kecantikan di Jayapura Berdasarkan Arsitektur Tropis
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT
2. Julianus Imbiri, ST
16
Perencanaan Perkantoran Gubernur Provinsi Papua Selatan di Kota Merauke dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional
1. Ir. M. Amir Salipu, MT
2. Julianus Imbiri, ST

17.
Yohanes Yeuyanan
04 121 014
Perencanaan Termnal Penumpang Bandar Udara di Merauke dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakuler
1. Julianus Imbiri, ST

18.
01 121 043
Perencanaan Ruman Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelasa 1A ( RUPBASAN ) di Kota Jayapura dengan Pendekatan Arsitektur Post Modern
1. Ir. A. Sukohedi, M.MT